Mata uang dan pecahan
Mata uang resmi adalah Rupiah (IDR) dengan simbol Rp dan jumlah nol yang banyak sehingga mudah keliru. Uang kertas umum mulai dari 1.000, 2.000, 5.000, 10.000, 20.000, 50.000, sampai 100.000 rupiah. Koin tersedia dalam pecahan kecil seperti 100, 200, 500, dan 1.000 rupiah, jadi perhatikan baik-baik nilainya saat bertransaksi.
Tunai vs kartu
Tunai masih sangat dominan, terutama di pasar tradisional, warung, dan daerah di luar kota besar. Kartu dan dompet digital diterima di mal, hotel, dan restoran modern di kota seperti Jakarta dan Bali. Selalu pegang tunai secukupnya karena banyak tempat kecil belum menerima kartu.
Cara menukar uang paling untung
Tukar uang di money changer resmi berlogo dan berizin, hindari konter yang menawarkan kurs jauh di atas pasaran karena sering ada trik. Bandingkan kurs antar konter dan minta rincian jumlah yang akan kamu terima sebelum menyerahkan uang. Khusus di Bali, banyak money changer nakal yang melipat uang atau salah hitung, jadi selalu hitung ulang sendiri di depan kasir.
Jebakan tukar uang di bandara
Money changer di bandara biasanya memberi kurs yang kurang menguntungkan dibanding di kota. Tukar sedikit saja untuk transportasi awal lalu cari konter resmi di pusat kota. Waspadai juga konter yang memajang kurs menarik tapi mengenakan komisi besar saat transaksi.
Menggunakan ATM
ATM tersebar luas di kota dan bank besar seperti BCA, Mandiri, dan BNI sangat andal. Gunakan ATM yang berada di dalam bank atau tempat ramai untuk menghindari skimming. Perhatikan limit penarikan per transaksi dan biaya dari bank penerbit kartumu.
Budaya tip
Tip tidak wajib tapi dihargai, terutama untuk layanan seperti porter, sopir, atau pemandu. Banyak restoran sudah menambahkan service charge dan pajak di tagihan, jadi periksa dulu sebelum menambah. Membulatkan tagihan atau memberi sedikit lebih sudah cukup sebagai bentuk terima kasih.
Jebakan dan penipuan uang yang umum
Trik paling umum adalah money changer nakal yang menghitung uang dengan cepat lalu menyelipkan lembar agar jumlahnya kurang, terutama di Bali. Selalu hitung ulang uang dengan tenang di depan kasir dan jangan terburu-buru. Waspadai juga ATM dengan alat skimming dan biaya parkir atau jasa tak resmi yang melebihi tarif wajar.
Berapa uang tunai yang harus dibawa
Bawa tunai cukup untuk kebutuhan harian karena banyak warung dan pasar hanya menerima uang fisik. Untuk pengeluaran besar seperti hotel, andalkan kartu agar tidak membawa tunai terlalu banyak sekaligus. Tarik tambahan dari ATM secara berkala daripada memegang uang dalam jumlah besar yang berisiko.